Senin, 16 November 2009

Penangguhan Sanksi Chelsea

Pada awal September FIFA telah mengenakan sanksi terhadap klub London Barat ini. Chelsea tak boleh membeli pemain sampai 2011. Sebabnya, adalah anggapan otoritas sepak bola dunia itu bahwa The Pensioners telah melakukan kesalahan dalam merekrut pemain muda. Anak muda bernama Gael Kakuta diambil Chelsea dari Lens pada 2007 saat masih berumur 16 tahun. FIFA menyatakan Chelski telah membuat anak di bawah umur melanggar kontrak di klub yang membinanya . Lens menyebut Chelsea telah mencuri Kakuta. Chelsea segera melakukan banding . “sekuat mungkin,” begitu juara tiga kali Liga Inggris ini meyebut reaksi yang akan diambil. Hasilnya sangat positif. Court of Arbitration for sport (CAS), pengadilan arbitrase atau penengah untuk kasus-kasus dalam olahraga, menyatakan Chelsea tak bersalah sekaligus mementahkan sanksi FIFA itu. Dengan keputusan itu, Chelsea bebas menggamit pemain.”Sekarang berkat keputusan tersebut, kami memiliki waktu untuk mencari pemain baru”, ucap bos anyar Chelsea musim ini, Carlo Anceloti, pada BBC. Chelsea patut gembira. Efek buruk transfer ban, kalau tetap berlaku, bakal mereka rasakan untuk jangka pendek. The Blues bakal kehilangan empat pemain penting pada Januari nanti. Kuartet itu mesti melakoni obligasi memperkuat timnas masing-masing di piala Afrika di Angola pada bulan pembuka tahun tersebut. Mereka adalah Michael Essien (Ghana), Didier Drogba dan Salomon Kalou (keduannya dari Pantai Gading), serta John Oby Mikel (Nigeria). Akan tetapi, Carletto bersikukuh pada keengganan belanja musim dingin nanti. Saat otoritas dunia menghukum mereka, bos dari Italia itu sudah mengatakan tak terlalu peduli. Ia menilai skuad Si Biru sudah kuat tanpa tambahan pemain. Keyakinannya itu ditegaskan sekali lagi. “kami tak mau membuat keputusan saat ini. Saat ini, saya puas dengan skuad ini. Kini rasanya tidak perlu mengambil pemain baru. Kami dapat mendatangkan pemain pada Januari, tapi kini harus focus dititik lain. Sekarang tidak penting apa yang bisa kami lakukan pada awal tahun,”sebut eks arsitek Milan ini. Ancelotti menyodorkan alasan lain. Yang akan tersedia di pasar pada musim dingin bukan pemain terbaik. Kebugaran pemain menjadi bagian penting dari rencanannya melewati Januari. “Bagi kami, ketiadaan pemain bagus di bursa bukan masalah. Saya paham kami akan kehilangan empat pemain pada Januari. Namun, bila bisa menjaga pemain lain dalam kondisi yang bagus, kami bisa mendapatkan hasil bagus tanpa para pemain dari Afrika sebab kami memiliki skuad besar,” kata Ancelotti. Entah apakah sikap dingin terhadap kebebasan ini tulus adanya. Transfer pemain kerap jadi jalan pintas mengisi kekosongan.

Sumber : Bola

Legenda : Ali Benarbia

Sepanjang karir kepelatihannya, Kevin Keegan telah memoles banyak bintang semacam David Ginola, Alan Shearer hingga David Beckham. Tapi, bagi King Kev, pesepak bola terhebat yang pernah ditanganinya adalah Ali Benarbia. “Benarbia adalah pemain terbaik yang pernah bekerja sama dengan saya. Dia mungkin tidak terlalu cepat, namun cerdas dan benar-benar pemain tim,” kata Keegan di BBC. Lahir di Oran, Aljazair pada 8 Oktober 1968, Benarbia memulai karir bersama FC Martiguez pada 1987. Di klub yang sempat menjadi “sekolah” bagi Eric Cantona itulah Benarbia mengasah potensi sebagai gelandang box to box. Martiguez dibawannya promosi pada Ligue 1 pada 1993. Monaco dan Bordeaux pun pernah merasakan kehebatannya. Benarbia membawa Monaco juara Ligue 1 pada musim 1996/97 dan Bordeaux pada musim 1998/99. Saat bersama Bordeaux tersebut Ia terpilih menjadi pemain terbaik Prancis.Benarbia lantas mencoba peruntungannya di Inggris pada 2001 setelah sempat berbaju PSG. Dianggap tak cukup baik di trial sunderland, ia mendapat panggilan dari eegan untuk melakukan uji coba di Manchester City. Ia kemudian membawa the Citizen promosike Premiereship hanya dalam semusim. Diakhir musim, pria yang sempat ngotot ingin membela Timnas Prancis ini terpilih sebagai pemain terbaik klub. Terpaan usia membuatnya gantung sepatu pada 22 Juli 2003. Namun, lima hari kemudian, ia memutuskan berkiprah di liga Qatar selama empat tahun. Meski usia kebersamaan hanya 2 tahun, supporter the Citizen, menganggap Benarbia sebagai bintang pujaan hingga kini. Saat ini, Benarbia tinggal di Qatar membantu sang istri, Wasaa, mengurus salon kecantikan.

Kemerosotan Liverpool

Pencapaian terburuk mereka sampai musim silam adalah perdelapan pada 2005/2006. Si Merah bahkan pernah menembus final sekali lagi setahun kemudian. Fase knockout sudah menjadi keharusan. Karena itu, tanda tanya besar muncul seiring menjauhnya pintu kelolosan ke babak gugur kali ini dari kampiun lima kali tersebut. Apa yang terjadi pada raksasa Inggris ini ?. Tanda tanda kemunduran sudah dapat terlihat sejak awal musim di premiership league. Mengakhiri laga dengan tangan hampa mulai diakrabi. Sementara jumlah kekalahan musim lalu di liga hanya dua, di musim yang baru berjalan 11 pekan ini The Reds telah menelan 5 kali kekalahan. Alasan kemerosotan bisa di gali dari berubahnya komposisi di tubuh The Reds. Pengaruh kepergian Xabi Alonso dirasakan terlalu buruk. Sektor tengah tak memiliki pengganti selevel Xabi Alonso dalam mengatur permainan. Steven Gerard sendiri sudah mengakui kehilangan besar itu. “Selalu berbeda jika kehilangan salah satu pemain terbaik di dunia. Kami memiliki gelandang lain yang tampil baik, tapi butuh waktu untuk menghilangkan pengaruh Alonso dari system kami,” tutur Steve G. di Sky sports. Cidera adalah alasan berikutnya. Kalah dan seri saat melawan Lyon diwarnai penarikan Gerard di pertengahan babak kedua dan absen di Gerland akibat cidera pangkal paha. Bukti ketergantungan pada pentolan tak hanya pada sosok sang kapten. Reds juga belum bisa menghilangkan dependensi tinggi pada ketajaman Fernando Torres. Jika satu atau dua sosok itu absen, Reds bakal kehabisan akal karena tak mempunyai pelapis sepadan . Ya, seturut menyusutnya kedalaman skuad Rafael Benitez, lawan tak lagi Jeri pada Merseyside Merah. Tak sukar lagi menaklukan Liverpool.

Sumber : Bola

Sabtu, 14 November 2009

Iseng-iseng Nulis "Gila Bola"

Pernahkah anda mendengar istilah "gila bola"?? ya, buat seorang football lovers yang gila bola, sepak bola merupakan kebutuhan keseharian. Saya menyebutnya "GiBoL" (gila bola). Emang agak janggal atau aneh bagian sebagian orang, bisa-bisannya tergila-gila sama sepak bola. Saya pernah bertanya sama teman yang ter-Gibol dari semua teman bolaku, "Kenapa sih kamu suka sama sepak bola, ampe seluruh atribut-atribut yang digunakan pun semuannya berbau "sikulit Bundar"(dari Koran bola). Dia menjawab,"Aku enggak tau juga bro, mungkin udah jatuh cinta dari sononya kali ya, kalau sehari enggak bicarain, ngeliat, taw ngelakuin apapun tentang bola rasanya ada yang kurang". Perlu anda ketahui, penggibol biasanya mempunyai atribut-atribut, asesoris, pernak-pernik atau majalah-majalah tentang bola yang sangat "mubazir", mengapa saya katakan mubazir, karena orang waras pasti mikir dua kali kalau mau mengeluarkan uang hanya untuk membeli kesemua yang dianggap mubazir tersebut. Tapi jangan salah, bagi mereka-mereka yang gibol, semuanya itu masih dianggap biasa. Gila ya kalau ada manusia yang ngabisin uang hanya demi hal yang mungkin enggak penting, (untuk mereka ntu semua penting banget mungkin yah..). Buat kalian yang ngerasa punya pasangan yang Gibol, harus kudu ati2 deh, takutnya di nomor duain..he..Yang jelas semua orang di muka bumi ini pasti memiliki hasrat "gila-gila" yang berbeda, ada gila musik, gila facebook, gila makan, gila beneran..he, yang penting saya ingatkan bagi temen-temen yang penggila, walaupun sebegitunya cinta kalian kepada hobi atau apapun deh dimuka bumi ini, jangan lupa sama yang di atas yah, karena pada akhirnya kita bakalan kembali ke pangkuan-Nya, okeyy.

Rabu, 11 November 2009

Potensi Migrasi Hebat Matador

Satu lagi artikel yang saya kutip dari BOLA yang menurut saya menarik untuk di bicarakan, temen-temen baca yah, trus komen tuh di bawah..
Status Spanyol sebagai Tax haven alias surga pajak bagi para pendatang hampir dipastikan bakal menguap. Terhitung 1 Januari 2010, undang-undang untuk menghapus kebijakan pajak rendah bagi exspatriat, yang diusung partai sosialis (PSOE) pimpinan perdana Menteri Jose Luis Rodrigues Zapatero, siap di terapkan. Sontak rancangan ini membuat klub-klub La Liga kebakaran jenggot. Maklum, sejak kedatangan David Beckham ke Real Madrid musim panas 2003 lalu, sampai detik ini, ranah Spanyol memberlakukan pajak rendah bagi pekerja asing. Termasuk Pesepak bola Impor yang notabene begitu banyak yang mencasi nafkah di Spanyol.
Kala itu pajak 24% dikenakan bagi warga asing, tidak seperti warga local yang harus menanggung pajak penghasilan sebesar 43%. Alasannya parlemen waktu itu, yang dipimpin oleh PSOE, memutuskan untuk menekan pajak agar investor asing, termasuk pesepak bola, berdatangan ke tanah Matador. Keputusan tersebut bisa di bilang tepat. Buktinya sejak “David Beckham Law”, ungkapan pajak rendah ini, extranjero alias pemain asing datang silih berganti tanpa henti. Rekor pemain termahal sejagatpun terus di ukir oleh Real Madrid dan Barcelona, dua raksasa yang memang memiliki kekuatan financial hebat.
Meski tak pernah terlontar dari mulut peain yang bersangkutan, para pengamat ekonomi meyakini bahwa pilihan untuk merumput di La Ligadidasari oleh pajak rendah ini, seperti yang terjadi pada KAKA dan CR9, yang di beli Madrid serta Zlatan Ibrahimovic yang di giring Barca. Layaknya pekerja asingdi bidang pekerjaan lain, trio ini juga meneken kontrak berlandaskan gaji bersih. Setiap angka yang tertera atau setidaknya yang disebut media adalah gaji bersih. Artinya, urusan pajak penghasilan merupakan murni wilayah majikan yang memperkerjakan mereka. So, jika CR9 tempo hari disebut menerima gaji 13 juta euro per tahun, berarti pajak sebesar 3.12 juta euro adalah dana yang harus di gelontorkan El Real per tahunya untuk pemerinyah. Dengan melonjaknya persentase pajak ke angka 43%, berarti “Upeti” Florentini Perez dkk, bakal tak kurang dari 5,59 juta Euro. Ini baru angka Ronaldo. Belum untuk Kaka, karim Benzema, dan 20-an jugador lain yang menghuni Santiago Bernabeu. Hal sama dialami Barcelona, bermodal pemain-pemain bergaji selangit seperti Lionel Messi, Ibra, Henry, kantong klub pimpinan Joan Laporta ini akan terkikis dua kali lebih cepat. Ketika klub tak lagi bisa mengimbangi besaran pajak atas gaji, secara otomatis migrasi hebat pemain keluar pun bakal terjadi.

Sumber : Bola

Bagaimana, dah baca khan??? Menurut kamu bagus gx aturan barunya??? Kalau menurut saya sih ya bagus donk aturannya, coz biar pemain-pemain bintang dunia gx ngumpul-ngumpul kayak sekarang. Di Madrid aja 80% pemain-pemainnya merupakan TOP markotop semua khan, kasian tuh ama klub-klub dari liga – liga lain, pemain-pemain bintangnya dah diraup semua ama raksasanya spanyol. Nah dengan adanya aturan baru ntuh, walaupun nantinya bakalan ada migrasi hebat, toh diharapkan pemain-pemain bintang dunia bakalan tersebar di klub-klub besar dunia, jadinya kan lebih netral lebih bagus persainganya kan, jangan kayak sekarang, semua bintang ngumpul tuh di barca n Madrid, Liat aja sekarang law main PS, temen-temen ku banyakan pilih Madrid dan barca, ya iyalah, pemain-pemainnya bagus semua,he…

Sosok : Pedro Rodrigues


Temen-temen Football Lovers, kenal gx sama Pedro Rodrigues ???. Akhir-akhir ini anak muda asal Catalan ini menjadi sorotan media-media Sepak Bola di seluruh Dunia. Bagaimana tidak, hanya dengan 40 menit waktu yang dibutuhkan Pedro untuk memperlihatkan sinar terangnya saat membawa Barcelona berpesta Gol menghadapi Mallorca di Jornada ke-10 La Liga.
Dalam laga yang berlangsung di Camp Nou, Pedro tak hanya mencetak satu gol, tetapi dua. Yang pertama tercipta pada menit ke-11 setelah memanfaatkan back-heel Zlatan Ibrahimovic, sedangkan yang kedua dicetak menit ke-40. Tendangan bebas Pedro pada menit ke-42 juga menjadi awal terciptanya gol ketiga Barcelona melaui Thiery Henry. Kegemilangan Pedro jelas menimbulkan kelegaan. Sebelum laga digelar, beberapa pihak mulai mempertanyakan efektivitas permainan blaugrana. Barca selalu disebut terlalu mengandalkan permainan cantik, tetapi kerap gagal memaksimalkan peluang di depan gawang lawan. “saya terlalu khawatir dengan beberapa kegagalan dalam mencetak gol meski memiliki banyak peluang. Pemain juga tak terlalu terganggu dengan hal itu. Gol pasti datang,” ucap pelatih The Catalans Pep Guardiola sebelum laga digelar. Di sisi lain, performa Pedro membuktikan ketajaman naluri Pep.
Pedro baru naik pangkat ketim utama pada awal musim ini. Padahal pada musim lalu, Pedro tak sekalipun menjebol gawang lawan dalam beberapa kesempatan. Namun Peruntungan kini milai berubah. Pedro kian fasih mencetak gol. Ia bahkan tercatat sebagai satu-satunya punggawa Blaugrana yang berhasil mencatatkan nama di score sheet pada semua ajang yang diikuti tim Catalan tersebut. “saya tentunya gembira dengan gold an kemenangan yang kami peroleh. Saya hanya memanfaatkan kesempatan yang ada dan harus berterima kasih kepada rekan di tim atas umpan yang diberikan,”ucap Pedro di situs resmi klub.

Sumber : Bola

Xavi Hernandes : Postur Pendek Namun Mematikan


Pada musim panas 1991, seorang bocah kecil datang memasuki pelataran La Masia Guna bergabung dengan tim Barcelona U-11. Kala itu keraguan berkecamuk lantaran postur tubuh xavi dianggap terlalu inferior jika dihadapkan pada rekan-rekan seumurannya. Maju pada saat tahun 2009, saat xavi menginjak usia 29, postur tubuhnya masih di bawah rata-rata pesepak bola Eropa umumnya. Bahkan di Barca pun Xavi masih masuk kelompok terpendek (170 Cm), sama dengan Bojan Krkic dan Andreas Iniesta. Hanya Lionel Messi dan dan Pedro Rodrigues yang lebih pendek sekitar 1 Cm. Well, ditengah inferioritas tinggi tubuh ini, Xavi mampu mengoptimalkan kualitasnya di bola-bola bawah. Gelandang tengah ini berhasil membuktikan bahwa sepak bola bisa ditentukan lewat aksi olah sikulit bundar, operan datar mematikan, serta ketepatan waktu dalam memposisikan diri dalam menciptakan peluang dan gol. Dengan sederet kemampuannnya ini, Xavi mampu menjadi menjelma mesin penggerak Blaugrana.Tak Cuma itu, public bahkan mengumpamakan Xavi sebagai dirigen dalam orkes music indah Azulgrana. Dalam beberapa musim terakhir, hampir semua serangan The Catalans berhulu pada Xavi.

Sumber: Bola

Postur 170 cm aja di Eropa udah dianggap pendek, Trus bagaimana dengan Pesepak bola kita ya ??. Di Indonesia postur 170 cm menurut saya masih dikatakan postur yang ideal untuk seorang pesepak bola, mungkin dipengaruhi oleh Ras juga sehingga orang-orang kawasan Asia biasannya lebih kecil dibanding Eropa. Tapi postur pendek gx bisa jadi sebuah alasan kuat untuk kalah dari Tim-tim yang notabene pemainnya berpostur diatas rata-rata, buktinya Xavi Hernandes, Lionel Messi yang tingginya hanya 170 cm, mampu tuh menjadi pilar utama tim. Banyak temen-temen ku bilang, alasan kenapa Timnas Sepak Bola Indonesia sulit maju karena Postur fisik kita yang notabene kalah jauh dari Tim-Tim dari belahan dunia lain, emang sekilas ada benarnya juga sih, namun mau setinggi apapun postur tubuh kita tapi gx di barengi dengan latihan secara kontinyu toh sama juga boong khan. Saya kira seorang Xavi Hernandes layak dijadikan contoh untuk pesepak bola tanah air, gx jamin deh postur tinggi bakalan jadi pemain bola baik tanpa kerja keras, so buat Pesepak bola tanah air yang merasa postur tubuhnya gx ideal, jangan minder yaw, yang terpenting kalian harus nunjukin kemampuan dan kualitas yang baik tentunya melalui latihan dan kerja keras toh.. Bravo TIMNAS INDONESIA.

Thomas Verminator ( Vermaelen Terminator)


Tahukah anda Thomas Vermaelen. Ya, Bek the Gunners Arsenal ini di juluki sebagai Verminator (Vermaelen+Terminator). Pekan lalu, The telegraph membeberkan kenapa Thomas Vermaelen di juluki Verminator belakangan ini oleh teman-temannya di Arsenal dan kemudian juga oleh para soporter. Semua berawal dari pengamatan kepala pemandu bakat Gunners, Steve Rowly, ketika mengunjungi tempat latihan Ajax di akhir musim lalu. Sebanyak dua kali sebelumnya Rowley datang ke dua pertamdingan Ajax dn hasilnya Vermaelen Cs kalah 2-6 dari PSV Eindhoven dan 0-4 dari Sparta Rotterdam. Sebagai Bek Kiri, dulu pemain Belgia itu bermain sangat jelek. “Rowley ternyata tetap mengamati saya dan memutuskan untuk merekomendasikan saya pada Arsene Wenger setelah melihat saya berlatih sepekan kemudian. Ia menilai saya lebih mirip robot T100p dari film Terminator karena lompatan saya sangat tinggi dan tidak manusiawi sehingga menang dalam duel-duel udaradi banding pemain yang lebih jangkung,” ujar Vermaelen.

Sumber : Bola

Senin, 02 November 2009

Tahukah Anda frank Lampard...??


Frank Lampard bisa jadi merupakan pesepakbola dengan otak paling encer di Inggris. Kalaupun tidak, dia dipastikan jadi orang paling pintar di Chelsea karena IQ-nya yang sangat tinggi dan masuk kategori jenius.

Buat banyak pesepakbola, tingkat kecerdasan bisa jadi bukan modal utama untuk menjadi hebat dan kemudian mendapat gaji besar. Yang utama tentu saja kemampuan olah bola dan hal-hal lain yang lebih terkait kondisi fisik.

Tapi itu bukan berarti pesepakbola tak memiliki daya pikir yang baik. Faktanya, banyak juga aktor lapangan hijau yang punya IQ tinggi yang menandakan tingginya kemampuan berpikir yang mereka miliki.

Dan salah satu pesepakbola yang punya otak brilian itu adalah Frank Lampard. Gelandang Chelsea berkebangsaan Inggris itu disebutkan memiliki IQ sebesar 150.

Jumlah tersebut diketahui setelah belum lama ini seluruh skuad Chelsea melakukan tes intelejensia. Dengan angka tersebut, gelandang 30 tahun itu menduduki posisi teratas, unggul dua anak tangga atas John Terry yang menempati urutan ketiga.

“John Terry juga berada di posisi tiga besar, tapi Frank Lampard memiliki skor tertinggi dari seluruh tes yang pernah dilakukan perusahaan kami. Jumlahnya bahkan lebih tinggi dari milik saya,” ungkap dokter tim Chelsea, Dr English seperti diberitakan Goal.

Fakta tersebut membuat Lampard menjadi salah satu dari sedikit orang yang memiliki IQ sebesar 150 atau lebih. Disebutkan kalau hanya 0,1% orang di Inggris punya tingkat kecerdasan seperti mantan pemain West Ham United tersebut. Dengan IQ setinggi itu, Lampard cuma kalah tipis atas Albert Einstein yang dikabarkan punya IQ 160.

Lampard kabarnya memang sudah menonjol dalam bidang pendidikan. Saat masih bersekolah di Essex, gelandang internasional Inggris itu punya 12 nilai A dan bahkan mendapat A+ untuk mata pelajaran Latin.

Sabtu, 31 Oktober 2009

Tragedi Superga


Sebelum tanggal 4 Mei 1949, Torino adalah salah satu klub tersakti di kolong langit sepakbola Italia. Saking jagonya, klub itu menyumbang nyaris setengah pemain untuk tim nasional Italia. Torino juga memanangi empat kali juara liga secara beruntun mulai tahun 1946 sampai 1949. Tapi semua itu lenyap dalam sekejap. Tanggal 4 Mei 1949, nyaris sama seperti Munich disaster, pesawat yang ditumpangi oleh para pemain Torino jatuh dan terbakar di bukit Superga ketika tim berjuluk 'Il grande Torino' Atau "Torino yang Hebat" itu pulang dari sebuah pertandingan persahabatan melawan Benfica di Lisbon untuk testimonial pemain Benfica, Jose Fereira.
Pesawat Italian Airlines Fiat G212CP tersebut terjebak badai di atas udara Superga yang sedang buruk dan berjarak pandang sangat terbatas. Pihak yang berwenang menyatakan kecelakaan itu disebabkan oleh kabut, badai, kerusakan navigasi pesawat dan buruknya komunikasi dengan bandara. Pesawat tersebut menabrak bukit Superga dan meledak, menewaskan semua penumpang termasuk 18 pemain Torino, club official, jurnalis, dan awak pesawat.

Korban :

Pemain
* Valerio Bacigalupo
* Aldo Ballarin
* Dino Ballarin
* Milo Bongiorni
* Eusebio Castigliano
* Rubens Fadini
* Guglielmo Gabetto
* Ruggero Grava
* Giuseppe Grezar
* Ezio Loik
* Virgilio Maroso
* Danilo Martelli
* Valentino Mazzola
* Romeo Menti
* Piero Operto
* Franco Ossola
* Mario Rigamonti
* Julius Schubert

Club official

* Arnaldo Agnisetta, manager
* Ippolito Civalleri, manager
* Egri Erbstein, trainer
* Leslie Lievesley, coach
* Ottavio Corina, masseur

Jurnalis

* Renato Casalbore, (founder of Tuttosport)
* Luigi Cavallero, (La Stampa)
* Renato Tosatti, (Gazzetta del Popolo)

Kru Pesawat

* Pierluigi Meroni, captain
* Antonio Pangrazi
* Celestino D'Inca
* Cesare Biancardi

Lainnya

* Andrea Bonaiuti, organiser

Dua pemain yang selamat dari kejadian itu adalah Sauro Tomà yang batal ikut karena cedera, dan Ladislao Kubala, pemain asli Portugal yang memilih tinggal sebentar di rumahnya karena anaknya sakit. Torino terpaksa meneruskan kompetisi dengan menurunkan pemain Primavera mereka. Torino gagal meraih gelar juara sampai tahun 1976. dan kecelakaan itu juga mengguncang timnas Italia dimana sepuluh pemain Torino ada di dalamnya termasuk kapten legendaris mereka, Valentino Mazzola. Kejadian itu pula yang, disadari atau tidak, telah menyusutkan kehebatan Torino dari klub raksasa menjadi klub medioker sampai saat ini, dan entah sampai kapan.


from wikipedia

BANNER

 

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Followers

Bisnis Online

Main-Main-Bola Copyright © 2009 DarkfolioZ is Designed by Bie Blogger Template for Ipietoon